Desa wisaya budaya Puncak Wangun

Sejarah Wangun

Pada tahun 1920 masa penjajahan Belanda di Indonesia tengah berlangsung, sepasang suami isteri mengumbara ke tempat-tempat untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Suami isteri tersebut sampai sekarang dikenal sebagai 'Mbah Uyut'. Mereka mengawali kehidupan di sebuah kampung yang mereka namai Tegalan, Membangun sebuah tempat tinggal yang dalam bahasa sunda disebut 'Sasaungan', membuat parit air yang berasal dari Ciganola yang merupakan sumber mata air terdekat, dan mereka membuat petakan-petakan tanah untuk ditanami tumbuhan sumber makanan seperti beras Agogo (beras merah yang padinya besar-besar), singkong, ganyong dan gandrung. Pada saat itu mereka memulai kehidupan yang baru hidup di tengah hutan dekat kaki Gunung Puntang. Lalu keturunan dari sepasang suami isteri ini mengikuti melanjutkan hidup di Tegalan yaitu Mbah Jumara dan anaknya. Mbah Uyut tinggal di bagian Barat dan Mbah Jumara di Bagian Timur. Waktupun terus berjalan sampai jumlah penduduk semakin bertambah karena kedatangan pendatang baru.

Kegiatan Warga

Gotong Royong

Bertani

Mengolah kopi

Artikel

Potensi

Desa wisata budaya Puncak Wangun merupakan wisata berbasis budaya dan alam. potensi yang dimiliki yaitu hamparan pemandangan yang indah, sejuk serta nyaman, rumah-rumah panggung yang seragam, serta hutan pinus.

Desa wisata budaya Puncak Wangun memiliki kopi yang sudah banyak diketahui masyarakat luar yaitu kopi Wangun. jenis kopi yang ada di Desa wisata budaya Puncak Wangun yaitu robusta, dan arabica. namun dari kedua jenis kopi tersebut Desa wisata budaya Puncak Wangun memiliki varian kopi yang unik yaitu kopi lanang. dinamakan kopi lanang karena dalam satu pohon ada beberapa buah kopi yang memiliki biji berjumlah satu, karena kopi pada umumnya memiliki jumlah biji sebanyak 2 maka kopi berbiji satu ini terbilang unik maka dari itu disebut kopi lanang. selain unik, kopi ini diperuntukkan untuk laki-laki karena bermanfaat untuk meningkatkan stamina tubuh.

Selain itu, Desa wisata budaya Puncak Wangun memiliki perkebunan porang, jagung, serta persawahan pada aspek kesenian, Desa wisata budaya Puncak Wangun memiliki lapangan yang luas yang dimanfaatkan untuk kesenian adu tangkas domba. dan kesenian lainnya yaitu calung serta pancak silat.

Selain kesenian, potensi budaya yang dimiliki Desa wisata budaya Puncak Wangun yaitu perilaku masyarakat akan hidup bersih dan sehat, sopan santun, serta gotong royong. Dengan lingkungan yang bersih, sejuk, serta sehat menjadikan para wisatawan merasakan kenyamanan.

Bulan ini ada apa?

Temukan Kami

Kampung wangun, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Beri ulasan untuk kami